.
Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan

Inilah Moshe Kai Cavalin - Lulus Kuliah di Usia 11 Tahun Dengan IPK 4.00

Lulus Kuliah di Usia 11 Tahun Dengan IPK 4.00. Jenius..!! Itulah kata yang pantas bagi Moshe Kai Cavalin, dia menyelesaikan kuliah di usia 11 tahun dengan IPK sempurna 4.00. Moshe Kai Cavalin dilahirkan dari Ayah keturunan Brazil dan Ibu keturunan Cina pada tanggal 14 Februari 1998 dengan nama Cina Kai Hsiao Hu yang artinya macan yang patuh atau penurut. Moshe Kai Cavalin mulai belajar pada usia dua tahun dan sama sekali tidak membuang-buang waktu jadi menyebutnya jenius adalah tidak adil karena dia memang berusaha dari awal. Ibu Moshe, Sandy Chien, mengatakan putranya menunjukkan bakat luar biasa di usia dua tahun. Dia belajar sangat cepat dan suka menonton TV dan membaca buku anak-anak. Moshe Kai sudah berlatih matematika sederhana pada usia empat tahun, ketika orangtuanya memasukkannya pada program belajar intensif termasuk matematika, musik, seni bela diri dan membaca. Chien, Ibu Moshe yang lulusan master administrasi bisnis kemudian memutuskan keluar dari pekerjaan untuk mengajar anaknya sendiri.

Biografi, Moshe Kai Cavalin
Moshe Kai Cavalin tidak pernah mengenyam pendidikan formal SD sampai dengan SMA karena beberapa kali ditolak mengingat kemampuannya yang sudah diatas rata-rata. Ayahnya pernah berkali - kali memasukkannya ke Sekolah Formal dan berkali - kali pula ditolak. Pada saat sang ayah memasukkan ke SD misalnya, sekolah mengharuskan Moshe untuk masuk ke kelas 1 atau dari awal akan tetapi kemampuan Moshe sudah setara dengan anak kelas 5 dan sang ayah menginginkan Moshe masuk kelas 5 agar tidak terjadi kemunduran penerimaan pengetahuan, tapi sekolah menolak. Begitupun sekolah - sekolah lainnya ada yang berasalan Moshe dapat menganggu konsentrasi siswa lainnya karena akan menjadi pusat perhatian dan juga membuat siswa yang usianya diatasnya menjadi minder. Walhasil, Homeschooling akhirnya menjadi pilihan yang kemudian mengantarkannya menjadi orang hebat.

Pada usia tujuh tahun, Moshe menyelesaikan SMP dan SMA di rumah. Chien selanjutnya mendaftarkan Moshe ke East Los Angeles Community College, tetapi ditolak karena dia dianggap terlalu kecil. Dengan pengurangan untuk melihat televisi dan bermain videogame,perkembangannya mulai pesat, dia mulai memenangkan kontes internasional seni bela diri, belajar untuk menyelam. Pada usia delapan tahun, Moshe mendaftar lagi dan diterima setelah lulus ujian masuk. Awalnya dia hanya boleh mengikuti dua kelas yakni matematika dan fisika. Namun, setelah Moshe selalu mendapatkan nilai A plus, ia diperbolehkan mengikuti kelas lain. Ketika Moshe mulai kuliah di usia 8 tahun, dia adalah siswa termuda di kelasnya. Namun, dia mampu memberikan les privat kepada teman-teman sekelasnya yang berusia 19 hingga 20 tahun dalam mata pelajaran matematika dan fisika. Moshe menyelesaikan kuliahnya di bidang matematika di East Los Angeles Community College di usia 11 tahun. Indeks Prestasi (IP)-nya pun sempurna dengan IPK 4,0.

Keberhasilannya hingga saat ini sangat besar ditopang oleh peran dari orang tuanya yang hebat yang begitu mencintai dan menyayangi anaknya. Orang Tua Moshe paham betul akan hal tersebut, hingga mereka totalitas dalam mendidik anak. Apalagi ketika homeschooling mereka pilih untuk masa depan anak tercintanya. Hal tersebut mengharuskan Ibunda Moshe yang notabene lulusan MBA harus rela berhenti bekerja dan menjadi guru sekaligus teman bagi putranya.

"Saya mencoba mensekolahkan anak saya ke sekolah dasar, tetapi dia belajar terlalu cepat dan dia sering tidak menemukan apa-apa untuk dikerjakan di kelas. Saya kemudian memutuskan mengajarinya di rumah" kata Ibu Moshe, Chien. Moshe Kai Cavalin menolak jika disebut jenius, Menurut Moshe, ‘Jenius’ hanyalah sebuah kata, seperti IQ, itu istilah yang dibuat oleh orang yang hanya mengklasifikasikan satu hal, dan mereka mengabaikan segala sesuatu yang lain yang membentuk seorang individu.

“Saya tidak suka disebut jenius dan saya tidak ingin disebut seperti itu … Yang saya lakukan adalah mencoba untuk mendapatkan kebijaksanaan melalui pengetahuan dan saya pikir melatih kebijaksanaan jauh lebih baik daripada menjadi jenius,” Kata Moshe.

Biografi, Moshe Kai Cavalin

Selepas sarjana, Moshe Kai Cavalin ingin terus melanjutkan sekolahnya. Beberapa universitas yang jadi bidikannya adalah Stanford, Massachusetts Institute of Technology (MIT) atau University of Nevada, Las Vegas untuk mengambil matematika, astrofisika, maupun fisika teoritik. Alternatif lainnya adalah mengambil bisnis di Harvard. Moshe juga bermimpi mendapat lisensi pilot. Seorang remaja dengan banyak impian. menguasai bahasa Spanyol, Portugis, Italia, Inggris, dan Mandarin ini tidak pelit dalam membagi tips sukses. Dia berbagi kiat suksesnya dengan menerbitkan buku setebal sekitar 100 halaman. ‘We Can Do’ demikian judul bukunya. Butuh waktu 4 tahun bagi Moshe untuk menyelesaikan buku itu. Maklum dia cukup sibuk dengan berbagai aktivitasnya.

‘We Can Do’ ditulis dalam bahasa Inggris untuk pasar Amerika. Sedangkan untuk pasar Asia, Moshe menulisnya dalam bahasa Mandarin. Dari buku itu diperoleh pelajaran jangan menaruh semua telur di satu keranjang. Berdasar cara Moshe, sebaiknya mengambil sedikit telur lalu menempatkannya di satu keranjang dan jangan terganggu dengan keranjang-keranjang lainnya. Di buku itu, Moshe menyarankan agar melakukan hal-hal terbaik selama masih ada waktu. Ini tidak berarti seseorang harus belajar sepanjang hari. Banyak hal yang bisa dilakukan di waktu-waktu yang kita miliki. Seseorang yang serius melakukan hobinya pun bisa berhasil. Misalnya Moshe yang menekuni hobi bela diri, memiliki banyak piala dari olahraga ini.

“Saya mencapai titik di mana banyak orang menganggap tidak mungkin pada usia saya. Saya mencapai setinggi Bulan, tapi siapa saja yang benar-benar mencoba, bisa mencapai di atas galaksi Bima Sakti,” tulisnya dalam buku 'We Can Do'.

Referensi : kolom-biografi(dot)blogspot.com

Biodata Ravi Murdianto

Timnas Indonesia U-19 atau yang lebih dikenal dengan sebutan Garuda Jaya, kini tengah menjadi perbincangan hangat di tanah air, itu semua tak lepas dari prestasi membanggakan mereka setelah meraih juara Piala AFF-19, dan melaju ke putaran final Piala Asia, usai mengalahkan Korea Selatan 3-2 di partai pamungkas.

Semangat juang para Garuda Jaya patut diacungi jempol. Pada kesempatan kali ini, kita akan mengulas profil dan perjalanan karir dari salah satu pemain kunci Timnas Indonesia U-19, Ravi Murdianto. Kini siapa yang tak kenal dengan sosok pemain yang satu ini, Ravi merupakan benteng kokoh dibawah mistar gawang Timnas Indonesia. Ravi tampil gemilang dan menjadi sosok tak tergantikan dalam tim. Bagi kamu yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai sosok Ravi Murdianto, berikut kami sajikan biodata Ravi selengkapnya.

Profil dan Biodata Lengkap Ravi Murdianto 'Kiper Timnas Indonesia U-19'

Nama Lengkap : Ravi Murdianto
Tempat/tanggal lahir : Surabaya, Indonesia/8 Januari 1995
Tinggi Badan : 183cm
Posisi bermain : Penjaga Gawang
Klub saat ini : Timnas Indonesia U-19

Sekilas mengenai sosok Ravi Murdianto

Ravi Murdianto adalah sosok tak tergantikan di posisi penjaga gawang Timnas Indonesia, pada gelaran Piala AFF U-19 lalu. Itu semua tak lepas dari kesigapan dan kemampuan yang ia miliki, dengan adanya sosok Ravi seakan memberi ketenangan bagi barisan belakang Garuda Jaya.

Sama halnya seperti Evan Dimas, Ravi sebelumnya tergabung dalam Timnas U-17 yang sukses menjuarai HKFA tahun 2012. Setahun kemudian, dirinya kembali dipanggil untuk membela Timnas U-18, dan kembali menjuarai kompetisi serupa di tahun 2013.
Sebelum bisa tampil seperti saat ini, Ravi memulai awal karirnya di sepakbola bersama (SSB) Putra Bersemi Grobogan, dan kemudia dirinya pindah ke SSB Tugu Muda Semarang. Dengan kemampuan yang ia miliki, Ravi mendapatkan kesempatan untuk masuk Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar (PPLP) Jawa Tengah atau yang dikenal Diklat Salatiga. Setelah itu ia ditarik untuk bergabung dengan Diklat Ragunan, dan kemudian ia dikontrak oleh Klub Divisi Divisi I Liga Indonesia, Perserang Serang.

Demikian sekilas mengenai profil dan perjalanan karir dari Kiper Timnas Indonesia U-19, Ravi Murdianto.

Biodata dan Profil Lengkap Diana Nasution

 
Perjalanan Karier
Pada sekitar tahun 1970-an, ia berduet dengan kakaknya, Rita Nasution dan membentuk '"Nasution Sisters'" yang cukup populer pada masa itu. Tahun 1977, ia berduet dengan Melky Goeslaw dan berlaga di Festival Penyanyi Nasional dengan lagu "Bila Cengkeh Berbunga" dan "Malam Yang Dingin" (keduanya ciptaan Minggus Tahitoe). Sayangnya, duet tersebut harus mengakui keunggulan Penyanyi Hetty Koes Endang yang tampil sebagai juara pertama, sedangkan mereka menjadi runner-up. Walaupun demikian, lagu "Bila Cengkeh Berbunga" tampil sebagai juara pertama, mengungguli lagu "Damai Tapi Gersang", namun pada akhirnya lagu Damai Tapi Gersang yang di bawakan oleh Hetty Koes Endang dan sang penggubah Ajie Bandi yang dipilih untuk mewakili Indonesia ke acara WPSF Tokyo 1977, dan menggondol Most Outstanding Performance.
Diana Nasution akhirnya dinikahi sang penggubah "Bila Cengkeh Berbunga", Minggus Tahitoe, dan pernikahan tersebut bertahan sampai saat ini. Selain itu Diana Nasution juga populer membawakan lagu ciptaan Rinto Harahap antara lain "Jangan Biarkan" dan Benci Tapi Rindu.
Pada tahun 2010 Diana Nasution kembali berduet Titi DJ dengan judul "Jangan Biarkan" di video klipnya. Dia berjuang melawan penyakit kanker payudara. Diana meninggal dunia pada hari Jumat, 4 Oktober 2013 pukul 00.45 di Rumah Sakit Pluit, Jakarta, akibat sakit lambung. 
sumber: wikipedia.org

Nama asli : Diana Nasution
Tanggal lahir : 06 April 1958 Lahir di : Medan, Sumatera Utara, Indonesia Zodiac : Aries
Terkenal sejak berduet dengan Melky Goeslaw di single "Bila Cengkeh Berbunga" (1977) 

Nama Asli
Diana Nasution
Tanggal Lahir
06 April 1958
Tempat Lahir
Medan, Sumatera Utara, Indonesia
Kewarganegaraan
Indonesia
Saudara
Rita Nasution (penyanyi/pembawa acara, kakak perempuan)
Suami/Istri
Minggus Tahitoe (penyanyi)
Anak-anak
Mario (laki-laki), Mercy (laki-laki), Ello (laki-laki, penyanyi), Rian (anak angkat)
Populer Sejak
Berduet dengan Melky Goeslaw di single "Bila Cengkeh Berbunga" (1977)

Biodata dan Profil Lengkap Herjunot Ali (5CM)

Herjunot Ali artis tampan dan keren yang sukses berkarir sebagai aktor di jagat perfilman Indonesia. Nama Junot kian dikenal banyak orang saat bermain di film layar lebar 'Realita Cinta dan Rock n Roll' bersama Vino G Bastian. Selain tampan, pemeran Zafran di film 5cm ini juga jago dalam berakting. Pemilik nama lengkap Mahbub Herjunot Ali ini, lahir di Jakarta, Indonesia, pada tanggal 08 Oktober 1985. Berikut biodata Junot selengkapnya.

Profil dan Biodata Lengkap Herjunot Ali

Nama asli : Mahbub Herjunot Ali
Tanggal lahir : 08 Oktober 1985
Tempat Lahir : Jakarta, Indonesia
Zodiac : Libra
Mahbub Herjunot Ali Terkenal sejak membintangi film "Realita, Cinta dan Rock'n Roll" (2006)
Kewarganegaraan : Indonesia
Kekasih : Agni Pratistha (aktris, mantan)
Twitter : @Herjuno7Ali

Film yang pernah dibintangi Herjunot Ali

* Lovely Luna (2004)
* Realita, Cinta dan Rock'n Roll (2006)
* Gara-gara Bola (2008)
* Di Bawah Lindungan Ka'bah (2011)
* 5 cm (2012)

Sinetron :

* Di Sini Ada Setan
* Soul Mate
* Bawang Merah Bawang Putih

Itulah sekilas mengenai Biodata singkat dan film yang pernah dibintangi artis tampan Herjunot Ali.

Profil dan Sejarah Pembentukan Kabupaten Mesuji-Lampung

Kabupaten Mesuji adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia.Yang Merupakan Pecahan Dari Kabupaten Tulang Bawang. Kabupaten ini diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri, Mardiyanto, pada tanggal 29 Oktober 2008. Dasar pembentukan kabupaten ini adalah Undang-Undang Nomor 49 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Mesuji di Provinsi Lampung. Luas wilayah Kabupaten Mesuji yaitu 432,60 KM2 dengan jumlah penduduk sekitar 178.463 jiwa. Wilayahnya meliputi 7 kecamatan.
-Kecamatan Mesuji Atas,
-Kecamatan Mesuji Timur,
-Kecamatan Simpang Pematang,
-Kecamatan Tanjungraya,
-Kecamatan Way Serdang,
-Kecamatan Rawajitu Utara.
-Kecamatan Panca Jaya.
Dibawah ini adalah Peta Kabupaten Mesuji(Coklat)




Visi
Terwujudnya masyarakat Mesuji yang beriman, cerdas dan mandiri, aman dan sejahtera melalui pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan.

Misi
-Menegakkan supremasi hukum dan melaksanakan pemerintahan yang baik dan berkualitas.
-Meningkatkan infrastruktur dan suprastruktur yang berkualitas dan membangun.
-Membangun ekonomi di pedesaan berbasis ekonomi kerakyatan dan penerapan teknologi tepat guna.
-Memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang berwawasan lingkungan.
-Melestarikan dan mengembangkan potensi budayadaerah seiring dengan pemantapan kehidupan beragama, sosial dan politik.
-Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
-Meningkatkan taraf pendidikan masyarakat.

Geografis

Kabupaten Mesuji secara geografis berada di daerah dataran rendah pada ketinggian 5 – 30 m dari permukaan laut. Luas wilayah kabupaten ini mencapai 2.340,15 km2 dengan batas-batas sebagai berikut:
 Sebelah Utara: Kabupaten Ogan Komering Ilir (Provinsi Sumatera Selatan)
 Sebelah Selatan: Kecamatan Rawajitu Selatan dan Kecamatan Penawar Tama (Kabupaten Tulang Bawang) serta Kecamatan Way Kenanga (Kabupaten Tulang Bawang Barat)
 Sebelah Timur: Kabupaten Ogan Komering Ilir (Provinsi Sumatera Selatan)
 Sebelah Barat: Kabupaten Ogan Komering Ilir (Provinsi Sumatera Selatan)
Iklim merupakan salah satu faktor lingkungan yang sangat berpengaruh bagi keberhasilan usaha, khususnya usaha pertanian. Wilayah Kabupaten Mesuji merupakan iklim tropis dengan musim hujan dan musim kemarau berganti sepanjang tahun. Musim kemarau di daerah ini terjadi pada bulan Juni sampai Oktober, sedangkan musim penghujan terjadi pada bulan November sampai dengan Mei. Berdasarkan data tahun 2008, suhu udara rata-rata berkisar antara 26,0 – 28,0 0C, sedangkan rata-rata curah hujan berkisar antara 175 mm.
Secara Topogrofi, wilayah Kabupaten Mesuji dapat dibagi dalam 4 unit topografi, sebagai berikut:
a. Daerah dataran yang dimanfaatkan untuk perkebunan;
b. Daerah rawa, terdapat di sepanjang Pantai Timur dengan ketinggian 0-1m yang merupakan daerah rawa yang dimanfaatkan untuk areal persawahan, meliputi Kecamatan Mesuji, Mesuji Timur dan Rawajitu Utara;
c. Daerah river basin, terbatas dua river basin yang utama yaitu river basin Mesuji dan river basin sungai-sungai kecil lainnya.
d. Daerah aluvial meliputi pantai sebelah timur yang merupakan bagian hilir (down stream), dari sungai-sungai besar yaitu Sungai Mesuji yang dapat digunakan sebagai pelabuhan.
Kemiringan lereng wilayah Kabupaten Mesuji dapat dibedakan menjadi 3 tipe wilayah, yaitu:
a. wilayah datar dengan kemiringan lereng 0 – 3 %;
b. wilayah agak landai dengan kemiringan lereng 3 – 8 %;
c. wilayah landai dengan kemiringan lereng 8 – 15 %;
Jenis tanah di wilayah Kabupaten Mesuji pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar, yaitu lahan kering, lahan basah dan lahan gambut. Kelompok tanah lahan kering di antaranya adalah dari ordo kanhapludults, hapludox, dan tropohumods. Kelompok tanah dengan ciri hidromorfik di antaranya adalah dari ordo drystropepts, fluvaquents, sulfaquents, quartzipsamment, dan psamaquents. Kelompok tanah gambut merupakan ordo tropohemists dan sulfihemist yang jumlahnya relatif sangat sedikit.
Bentang alam wilayah Kabupaten Mesuji dapat dibedakan ke dalam lahan basah (lowland) dan lahan kering (upland). Lahan basah selanjutnya dibagi lagi menjadi grup marin dan grup aluvial, sedangkan lahan kering menjadi grup dataran dan grup dataran tuf masam.
Lahan basah yang termasuk dalam grup marin menempati daerah sepanjang pantai, yaitu di Kecamatan Rawajitu Utara dengan lebar bervariasi, yang merupakan hasil dan proses sedimentasi marin dan perimarin (delta dan kuala). Semua endapan marin diendapkan pada lingkungan daerah bergaram atau payau. Daerah-daerah yang dekat dengan pantai dan sepanjang sungai akan dipengaruhi pasang surut. Daerah yang jauh dari laut menjadi rawa permanen dan bersifat payau.
Daerah yang termasuk grup aluvial dijumpai di sebelah barat grup marin. Grup aluvial ditandai dengan adanya pelembahan aluvial luas dan pelembahan erosif di daerah dataran. Pelembahan aluvial luas terutama membentuk rawa belakang yang luas dan selalu jenuh air. Tanggul sepanjang sungai utama sedikit lebih tinggi dari rawa belakang dan terbentuk dari bahan endapan halus.
Grup dataran dan dataran tuf masam merupakan pewakil dari bentang alam lahan kering di wilayah Kabupaten Mesuji yang memiliki ketinggian tempat berkisar antara 50 sampai 115 meter di atas muka laut.
Berdasarkan pengelompokan fisiografi, jenis tanah di Kabupaten Mesuji sangat beragam yang meliputi aluvial, dataran, marin, dan tuf masam. Jenis tanah aluvial dan dataran belum mengalami perkembangan yang disebabkan oleh adanya penambahan endapan yang terus-menerus, sedangkan pada daerah marin dan tuf masam terhambatnya perkembangan profil karena adanya erosi yang berlangsung setiap saat. Mulai dari tanah-tanah dengan tingkat perkembangan yang masih awal sampai tanah-tanah dengan perkembangan lanjut seperti berikut ini.
a. Pada daerah aluvial yang berupa dataran pantai, great group tanah yang dijumpai meliputi : troposamments, hyraquents, dan sulfaquents.

b. Pada daerah aluvial yang berupa daerah pengendapan sungai, great group tanah yang dijumpai meliputi : tropaquents, fluvaquents, dan tropofluents.

Demografi

Penduduk suatu daerah menjadi sangat krusial fungsinya bagi pemerintah daerah. Mengingat sifatnya yang sangat penting, kondisi penduduk menjadi salah satu tolak ukur pemerintah daerah dalam mengambil berbagai kebijakan strategis dalam pembangunan. Dengan data kependudukan yang benar, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, akan memperbesar tingkat keberhasilan suatu kebijakan.
Jumlah penduduk Kabupaten Mesuji tahun 2010 berdasarkan Mesuji dalam Angka tahun 2011 berjumlah 187.407 jiwa. Terdiri dari laki-laki 98.399 dan Perempuan 89.008.
Dengan luas wilayah Kabupaten Mesuji sekitar 2.184 kilometer persegi yang didiami oleh 187.407 jiwa maka rata-rata tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Mesuji adalah sebanyak 86 jiwa per kilometer persegi. Kecamatan yang paling tinggi tingkat kepadatan penduduknya adalah Kecamatan Tanjung Raya yaitu sebanyak 143 jiwa per kilometer persegi sedangkan yang paling rendah adalah Kecamatan Mesuji Timur yaitu sebanyak 37 jiwa per kilometer persegi.
Sedangkan jika dilihat dari jumlah penduduk per kecamatan maka jumlah penduduk terbesar adalah Kecamatan Way Serdang dengan jumlah penduduk 40.928 jiwa dan jumlah penduduk terendah adalah Kecamatan Panca Jaya dengan jumlah penduduk 15.355 jiwa. Pertumbuhan penduduk per kabupaten tahun 2010 berjumlah 1,02.

Sejarah

Kabupaten Mesuji sebelum dimekarkan menjadi kabupaten adalah wilayah Kabupaten Tulang Bawang. Kabupaten Tulang Bawang dimekarkan menjadi 3 kabupaten yaitu Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, dan Kabupaten Mesuji. Mengingat wilayah Kabupaten Tulang Bawang saat itu sangat luas, maka pada tahun 2008 Kabupaten Mesuji mulai dibentuk melalui Undang-undang Nomor 49 tahun 2008 tentang pembentukan Kabupaten Mesuji di Propinsi Lampung. Dan untuk menjalankan UU tersebut pada tahun 2011 Depdagri menerbitkan Permendagri No.66 Tahun 2011 untuk kabupaten ini yang berguna untuk mendukung perangkat kerja Kabupaten Mesuji tersebut.

Potensi

Sektor Pertanian dan Perkebunan

Komoditi utama pertanian di Kabupaten Mesuji terdiri dari: Padi Sawah luas lahan26.799 Ha dengan produksi 134.402 ton, Padi Ladang luas lahan 948 Ha dengan produksi 2.010 ton, Jagung luas lahan 3.722 Ha dengan produksi 15.939 ton, Ubi Kayu luas lahan 17.070 Ha dengan produksi 367.358 ton, Ubi Jalar luas lahan 74 Ha dengan produksi 1.040 ton, Kacang Kedelai luas lahan 183 Ha dengan produksi 137.15 ton, Kacang Hijau luas lahan 74 Ha dengan produksi 27.96 ton, dan Kacang Tanah luas lahan 145 Ha dengan produlsi 180.8 ton. Sementara areal lahan yang belum diusahakan 18.256 Ha. Komoditi utama perkebunan di Kabupaten Mesuji terdiri dari: Karet luas lahan 14.580 Ha dengan produksi 4.536.09 ton, Kopi luas lahan 537.72 Ha dengan produksi 45 ton, Lada luas lahan 35.18 Ha dengan produksi 1.78 ton, Kelapa Dalam luas lahan 990.82 Ha dengan produksi 347.86 ton.

Sektor Peternakan

Dengan areal lahan yang belum diusahakan maka Kabupaten Mesuji masih terbuka untuk investasi di sektor peternakan, sedangkan populasi ternak yang telah berproduksi diantaranya: Sapi 13.268 ekor, Kerbau 1.460 ekor, Kambing 18.729 ekor, Domba 61 ekor, Babi 1.580 ekor, Ayam Ras 3.000 ekor, Ayam Buras 254.415 ekor, Bebek/itik 46.311 ekor.
Dari jumlah diatas yang telah diproduksi dalam bentuk daging adalah : Sapi 181.717.73 kg, Kambing 48.240.58 kg, Babi 6.719.29 kg, Ayam Ras 71.275.30 kg, Ayam Buras 45.534.76, Bebek/Itik 1.907.51 kg. serta produksi telur dari Ayam Ras 15.400 kg, Telur Ayam Buras 19.010.414 kg Dan telur brbrk/itik 73.751 kg.

Sektor Perindutrian

Kabupaten Mesuji sebagai Kabupaten yang masih relatif baru (dibentuk akhir tahun 2008) yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Tulang Bawang. Dalam hal perindustrian masih dalam tahap pemngembangan. Industri yang telah Ada diantaranya : Industri Kulit 367, Industri Kayu 143 Industri logam/logam mulia 12, Industri anyaman 159, Industri gerabah 34, Industri makanan/minuman 142.

Wilayah Kabupaten Mesuji

  • Kecamatan Way Serdang
  • Kecamatan Simpang Pematang
  • Kecamatan Panca Jaya
  • Kecamatan Tanjung Raya
  • Kecamatan Mesuji
  • Kecamatan Mesuji Timur
  • Kecamatan Rawajitu Utara
Pada tanggal 28 September 2011, kabupaten Mesuji menggelar Pemilukada atau pesta demokrasi untuk memilih Bupati Pertama yang akan memimpin Kabupaten tersebut. Dalam pemilihan tersebut yang di fasiltasi oleh KPU setempat, pasangan H. Khamamik-Ismail Ishak terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pertama di Kabupaten Mesuji ini. Dikarenakan sesuatu dan lain hal, pelantikan yang dilakukan atas nama Menteri Dalam Negeri oleh Gubernur Lampung pada hari jumat tanggal 13 April 2012 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Menggala, Kabupaten Tulangbawang-Lampung.


Undang-Undang Pembentukan Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung :
Lampiran - Peta Wilayah Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung :